PERGESERAN ARAH POLITIK JEPANG 

(oleh Ayunda Rahmani K. – 10/298965/SP/24026)

 

            Selama seminggu terakhir, terjadi berbagai peristiwa yang menyangkut politik dan pemerintahan Jepang. Salah satu yang banyak dimuat dalam rubrik media adalah kemenangan mengejutkan mantan perdana menteri (PM) Shinzo Abe untuk memimpin Liberal Democratix Party (LDP).[1] Berita tersebut memuat pernyataan bahwa politik Jepang sedang bergeser ke arah “kanan” dan dampak keamanan regional dapat menjadi hal yang krusial.

Menurut saya, pernyataan yang dikutip News on Japan dari CNN tersebut cukup mewakili tren dinamika politik dan pemerintahan Jepang belakangan ini. Kemenangan Shinzo Abe merepresentasikan kesempatan kedua baginya untuk memimpin LDP yang merupakan partai konservatif dan membuka pula kemungkinan untuk memimpin Jepang pada awal tahun depan jika ia terpilih kembali menjadi PM. News on Japan menyatakan dalam laporannya tersebut bahwa periode pertama Shinzo Abe selaku PM yang berakhir pada tahun 2007 setelah menjabat hanya dalam kurun waktu setahun menjadi alasan kuat bagi perluasan ambisi-ambisi yang lebih menarik perhatian bila ia terpilih kembali menjadi pemimpin Jepang. Komentar ini keluar tidak lama setelah arus politik Jepang saat ini terutama didorong kekecewaan terhadap Democratic Party of Japan (DPJ) yang berkuasa. Saya rasa tentu tidak mengherankan bila PM Yoshihiko Noda merasa terbebani atas kemungkinan hasil pemilihan yang dilaksanakan sebelum musim panas tahun depan. Saya kira memang walau Yoshihiko Noda sering dianggap sebagai pemimpin terbaik DPJ sejak partainya memenangkan pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2009,[2] posisinya terancam isu-isu seperti pemulihan dan rekonstruksi pasca-Great East Japan Earthquake, revitalisasi ekonomi nasional di tengah krisis ekonomi global, serta reformasi social security dan sistem perpajakan.

Dengan ekspektasi tinggi terhadap DPJ ketika meraih kekuasan tiga tahun yang lalu, saya pikir melemahnya kekuatan politis Yoshihiko Noda yang akhir-akhir ini mulai tampak antara lain berasal dari kekecewaan masyarakat terhadap DPJ yang dipandang belum memenuhi harapan besar para pendukungnya saat awal masa partai tersebut berkuasa—dan tentu saja dari tekanan LDP pula yang ingin membalas dendam atas hasil pemilu tahun 2009. Menurut pendapat saya, dengan keputusan Ichiro Ozawa—mantan tokoh LDP yang mendirikan DPJ pada tahun 1998—untuk meninggalkan partai setelah Yoshiko Noda mengusulkan kenaikan pajak penjualan,[3] masa depan politik Jepang akan tergantung hasil final PM Noda dalam menangani isu-isu di atas karena Shinzo Abe pun mungkin sudah tidak sabar untuk menanti akhir dari pemerintahan PM saat ini.


[1] ‘Japan’s Rightward Shift’, News on Japan (online), 2 Oktober 2012, <http://newsonjapan.com/html/newsdesk/article/98662.php>, diakses pada tanggal 3 Oktober 2012.

[2] DPJ, ‘The Democratic Party of Japan’, Democratic Party of Japan (online), <http://www.dpj.or.jp/english/about_us/dpj_profile.html>, diakses pada tanggal 3 Oktober 2012.

[3] BBC, ‘Profile: Ichiro Ozawa’, BBC NEWS (online), 2 Juli 2012, <http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-11284634&gt;, diakses pada tanggal 3 Oktober 2012.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s