Help elderly people support themselves, others

                      NURFADHILAH AFANDY

(10/298232/sp/23988)

Sumber: The Yomiuri Shimbun | Oct 1 2012, http://www.yomiuri.co.jp/dy/editorial/T121001002718.htm

Saat ini pemerintahan Yoshihiko Noda diberitakan mulai melemah ditengah banyaknya tekanan politik baik dari oposisi maupun dari anggota partai DPJ yang memutuskan keluar dari partai. Kondisi tersebut menambah 3 masalah utama yang tengah dihadapi pemerintah Jepang saat ini, yakni perekonomian yang stagnan, meningkatnya hutang publik, dan penuaan penduduk (ageing society). Dalam salah satu artikel yang diterbitkan oleh Yomiuri Shimbun dengan Judul: Help elderly people support themselves, others ini memberitakan peningkatan jumlah harapan hidup penduduk Jepang yang cukup signifikan. Jumlah penduduk Jepang berusia 65 tahun keatas mencapai 30 juta orang atau sekitar 24% dari total populasi. Hal ini semakin memperkuat posisi Jepang sebagai negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia menurut laporan dari UN.[1]

Sehingga dianggap bahwa masyarakat harus dipersiapkan agar bisa bekerja dengan populasi yang semakin mampu menghadapi penuaan. Pada tahun 2050, diperkirakan rata-rata harapan hidup penduduk Jepang bagi pria adalah 83 tahun dan wanita bahkan mencapai 90 tahun, meningkat dari angka harapan hidup saat ini yakni 79 tahun dan 86 tahun.

Kabinet PM Yoshiko Noda terakhir memutuskan sebuah outline kebijakan yang akan memanggil penduduk yang berusia senja tersebut untuk mempromosikan kebijakan yang dapat mendukung kehidupannya sendiri dan juga orang lain bila mampu.

Sebuah tes juga dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains, dan Teknologi yang hasilnya menunjukkan kekuatan fisik dari penduduk berusia tua tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun. Survey oleh kabinet juga menemukan bahwa lebih dari 70% pria dan wanita yang berusia 60 tahun atau lebih masih ingin bekerja meskipun usia mereka menginjak 65 tahun. Outline kebijakan yang direncanakan pemerintah juga akan memastikan bahwa setiap orang/penduduk Jepang akan diberi kesempatan untuk bekerja dan berpartisipasi dalam masyarakat selama hidup mereka.

Jika penduduk berusia tua dapat berkerja maka akan meningkatkan penghasilan mereka dan juga penerimaan atas pajak juga akan meningkat. Hal tersebut dianggap tidak hanya akan memulihkan ekonomi namun juga mengamankan sumber finansial untuk program keamanan sosial. Untuk mencapainya, beberapa perusahaan juga  akan mempekerjakan penduduk berusia 70 tahun atau lebih tua.

Mengapa hal ini menjadi masalah bagi pemerintah Jepang, dikarenakan semakin meningkatnya jumlah penduduk tua, maka penduduk working age akan semakin berkurang, yang diikuti oleh penurunan angka kelahiran. Ditengah krisis, hal tersebut akan semakin memperparah kondisi perekonomian Jepang di tengah defisit fiskal saat ini yang dilaporkan mencapai 200% dari GDPnya.[2]

Dari total anggaran tahun 2012 sebesar 90 triliun yen, 28 triliunnya adalah diperuntukkan untuk social security yakni pembiayaan terhadap older society yang semakin meningkat seiring bertambanya penduduk usia tua. Ditengah public expenditures Jepang lainnya yang telah dipotong selama 10 tahun belakangan, namun social security programs ini justru mengalami peningkatan lebih dari 1 trilliun yen (US$12.7 miliar) per tahun, alasan tersebut lah yang menjadikan penuaan sebagai masalah serius pemerintah Jepang saat ini karena menyebabkan defisit yang besar dari pembelanjaan publik.

Dari artikel ini kita dapat memahami bahwa angka harapan hidup yang meningkat sebaiknya dapat dikelola dengan baik oleh program-program pemerintah. Dilain sisi bahwa hal ini bagi Jepang juga adalah pencapaian besar bahwa harapan hidup lebih lama mengindikasikan kehidupan penduduk Jepang yang lebih baik, nutrisi berkecukupan, sanitasi, kemajuan medis, perawatan kesehatan, pendidikan, dan juga kemakmuran ekonomi.

Sehingga menurut saya hal yang dialami Jepang ini memang akan menjadi fenomena sosial yang negatif ketika pemerintah tidak tanggap melakukan program-program solutif. Melalui program re-educating, penghapusan diskriminasi usia kerja dan perluasan lapangan kerja adalah beberapa cara yang dapat dipersiapkan pemerintah agar produktifitas dan ekonomi negara dapat berjalan berkesinambungan.

Dewan nasional Jepang untuk sistem keamanan sosial diberitakan juga telah menjadwalkan akan melakukan konsultasi bersama antara tiga partai berpengaruh yakni DPJ, LDP, dan New Komeito terhadap isu bagaimana program keamanan sosial menghadapi elderly people tersebut akan diterapkan, terkait juga mengenai pemotongan anggaran terhadap social security system dan pensiun, serta rencana kenaikan pajak.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s