KUBU OPOSISI MENUNTUT PEMBUBARAN MAJELIS RENDAH JEPANG

Kubu partai oposisi pemerintahan Jepang yang terdiri dari Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP), Partai Komei To, dan Partai Nippon Ishin no Kai menuntut, menekan dan meningkatkan upaya dalam menekan PM Noda Yoshihiko untuk segara membubarkan Majelis Rendah. Para pemimpin dari partai tersebut akan bertemu dan berkonsolidasi dalam upaya penekanan tersebut. Telah terjadi kesepakatan anatara para pemimpin oposisi Abe Shinzo, ketua umum LDP dan Yamaguchi Natsuo ketua umum Komei To untuk meminta PM Noda membubarkan Majelis Rendah paling lambat pada akhir tahun ini, dan apabila Noda gagal dalam memberikan kepastian mengenai waktu pembubaran, maka kubu oposisi akan memboikot pembahasan rancangan undang-undang dalam sesi sidang luar biasa dan juga akan mengupayakan agar rancangan undang-undang tersebut tidak disahkan. Dalam RUU tersebut akan dibahas mengenai diperbolehkannya pemerintah membiayai anggaran tahun fiscal dengan menerbitkan obligasi dan seperti yang telah diperingatkan oleh Kementrian Keuangan Jepang, pemerintah akan kehabisan dana untuk layanan administrasi pada akhir bulan November kecuali RUU tersebut disahkan. Dari kubu pemerintah, PM Noda mengisyaratkan terjadinya pembicaraan trilateral antara kubu koalisi dan kubu oposis Abe dan Yamaguchi.

Bila dilihat dari situasi tersebut, pemerintahan berkuasa di Jepang mengalami tekanan yang cukup signifikan dari pihak oposisi yang telah mengupayakan konsolidasi dari berbagai pihak untuk menekan pemerintahan, hal tersebut juga didorong oleh opini public yang ada di Jepang yang mayoritas berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kyodo News sebanyak 55,8% responden menginginkan pembubaran Majelis Rendah. Isyarat pembubaran tersebut terkait dengan mosi kecaman yang diterima pemerintahan PM Noda. Dukungan dari pihak oposisi sangat dibutuhkan pemerintah guna meloloskan rancangan undang-undang di parlemen yang terbelah, Majelis Tinggi di yang mendominasi kubu oposisi, dan Majelis Rendah didominasi koalisi yang memerintah. Namun pembubaran tersebut merupakan hal yang sulit dilakukan karena sidang dalam parlemen masih berlangsung dan RUU yang bertujuan untuk menutupi defisit keuangan belum mendapatkan pengesahan. Maka lobi-lobi politik dari pemerintahan PM Noda dengan kubu oposisi akan sangat menentukan hal ini.

Firdi Alfarizi

10/297021/SP/23913

 

SUMBER :

http://www.halojepang.com/politik-kebijakan/5669-oposisi

http://www.halojepang.com/politik-kebijakan/5311-polling

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s