PM Nears Zero-Nuclear Decision

Nama: Kukuh Pribadi
NIM: 10/297298/Sp/23965

Pemerintah Jepang akan segera mengambil kebijakan untuk menghilangkan raktor nuklir di Jepang pada tahun 2030. Seiring dengan semakin banyaknya tuntutan dari rakyat, dan protes keras dari aktivis jepang terkait rencana pembangunan reaktor nuklir di Jepang, pemerintah Jepang yang dipimpin oleh PM Noda dari Democratic Party of Japan menyetujui keputusan tersebut. Popularitas pemerintahan Noda sempat menurun karena rencana pembangunan reaktor nuklir tersebut. Para analis sudah memprediksi bahwa penurunan popularitas Noda ini akan memaksa Noda untuk membatalkan rencananya tersebut agar popularitasnya tetap terjaga.
Rencana pembangunan reaktor nuklir dari Noda mendapat kecaman dari rakyat Jepang setelah bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Jepang beberapa waktu yang lalu. Kejadian alam tersebut mengakibatkan reaktor nuklir di Fukushima rusak parah dan tidak dapat beroperasi. Selain itu terjadi beberapa kebocoran yang, meskipun sudah ditangani, menimbulkan keresahan di masyarakat Jepang.
Dari sini bisa dilihat bahwa terdapat pengaruh yang sangat besar dari rakyat Jepang terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Jepang. Bagaimana kebijakan yang akan dibuat pemerintah direspon oleh rakyat akan mempengaruhi popularitas pemerintahan tersebut dan keberhasilan dalam pemilu selanjutnya. Selain itu, dukungan rakyat sangat penting bagi untuk mempertahankan posisi di pemerintahan. Sebab, parlemen akan terus mengontrol dan tidak segan-segan membubarkan kabinet jika hal tersebut dirasa perlu.
PM Noda sebelumnya berinisiatif untuk membangun kembali reaktor nuklir tambahan di Jepang untuk menambah suplai energi nuklir di Jepang dan memperbaiki reaktor nuklir di Fukushima sebagai salah satu proyek energi di Jepang yang telah lama diwacanakan. Suplai energi Jepang dari reaktor nuklir akan ditingkatkan sampai 50% dari sebelumnya 30%. Namun, bencana alam yang terjadi mengubah pola pikir masyarakat Jepang dalam memandang keberadaan reaktor nuklir. Di sini juga terlihat pengaruh pola pikir masyarakat Jepang yang masih dipengaruhi budaya konservatif. Keberadaan reaktor nuklir yang rusak setelah bencana alam tersebut dianggap menjadi ancaman terhadap hidup masyarakat Jepang saat ini, terlepas dari kontribusinya sebagai salah satu penyumbang energi utama di Jepang. Masyarakat Jepang takut kehilangan tempat tinggalnya ketika harus melakukan evakuasi besar-besaran jika reaktor nuklir tersebut mengalami kebocoran parah. Hal ini kemudian berimplikasi terhadap penolakan masyarakat Jepang baru-baru ini terhadap reaktor nuklir.

Sumber:
http://www.tokyotimes.com/2012/pm-nears-zero-nuclear-decision/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s