CASH FOR KIDS IN JAPAN

            Sebagai salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia, Jepang tengah menghadapi permasalahan demografi yang berupa penurunan angka kelahiran yang saat ini hanya sebesar 1,34 bayi per wanita, jauh di bawah standar yaitu 2,07 bayi per wanita. permasalahan demografis ini tentunya akan mengancam stabilitas perekonomian Jepang di masa mendatang. Sebagai partai mayoritas, pada tahun 2009, Democratic Party of Japan (DPJ) mengajukan proposal kebijakan yang berupa pemberian insentif kepada setiap anak yang lahir sebesar 26.000 Yen. Insentif ini akan diberikan samapai si anak memasuki sekolah menegah atas. Tujuan utamanya adalah untuk menstimulus pertumbuhan penduduk Jepang melalui kelahiran.

            Kebijakan ini memunculkan efek pro dan kontra di tengah masyarakat Jepang. Pihak pendukung kebijakan menilai bahwa pemberian insentif ini sangatlah membantu keluarga di Jepang untuk membesarkan anak. Dengan adanya insentif dari pemerintah, beban atau tanggungan untuk membesarkan anak menjadi berkurang. Faktor biaya memang menjadi salah satu alasan utama bagi pasangan di Jepang untuk tidak memiliki anak. Di sisi lain, pihak yang kontra menilai kebijakan ini sebagai langkah yang sia-sia. Pasalnya, pemberian insentif tidak dibarengi dengan penambahan insfrastruktur penunjang seperti day care atau penitipan anak. Sebagian wanita Jepang menginginkan untuk kembali bekerja pascamelahirkan sehingga pelayanan day care sangatlah dibutuhkan. Oleh karena minimnya jumlah day care inilah, banyak pasangan di Jepang yang menunda rencananya untuk memiliki anak.

            Kebijakan pemerintah Jepang untuk memberikan insentif kepada tiap anak yang lahir dapat dipahami dalam dua hal. Pertama, kebijakan ini merupakan sebuah solusi yang mampu menstimulus tingkat kelahiran di Jepang guna menghindari penurunan jumlah populasi Jepang yang diprediksi menjadi 95 juta pada 2050 dari 127,7 juta pada 2006.[1] Namun, upaya ini perlu dibarengi dengan penambahan insfrastruktur seperti day care guna memfasilitasi para ibu yang ingin melanjutkan karirnya pascamelahirkan. Lebih jauh, menurut saya, kebijakan ini merupakan kebijakan yang sifatnya sementara. Adanya konsekuensi ekonomi yang cukup besar yang berupa peningkatan budget pengeluaran negara secara terus menerus untuk menjalankan kebijakan ini menjadi alasannya. Untuk saat ini saja, anggaran sebesar 54 miliar dolar digelontorkan guna menjalankan kebijakan tersebut. Dan dapat diabyangkan ketika tingkat kelahiran mengalami penignkatan, maka jumlah anggaran yang digelontorkan juga akan membenkak sehingga dikhawatirkan akan membebani anggaran negara dan mengganggu pertumbuhan ekonomi Jepang.

            Kedua, pemberian insentif dapat pula dipahami sebagai strategi politik dari Democratic Party of Japan (DPJ) yang baru saja memenangkan pemilu tahun 2009 silam, menggeser poisi Liberal Democratic Party (LDP) sebagai mayoritas. Tidak dapat dipungkiri, selain mendapat tentangan, kebijakan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat Jepang. Insentif dari pemerintah tersebut dapat digunakan oleh para keluarga di Jepang untuk mengurangi beban dari biaya hidup (living costs) di Jepang yang tinggi. Selain itu, kebijakan ini juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan masyarakat, seperti penghapusan biaya sekolah menengah atas. Jenis kebijakan seperti ini dapat dipahami sebagai bentuk perhatian dari pemerintah terhadap masyarakat yang kemudian akan meningkatkan popularitas dari pemerintah, dalam hal ini adalah DPJ.


[1] J. McCurry, ‘Japan workers told to go home and procreate’, The Guardian (online), 28 November 2008, <http://www.guardian.co.uk/world/2008/nov/28/japan-sexual-health&gt;, diakses 13 Oktober 2012.

 

Source:

D. Nakamura, ‘Cash For Kids in Japan’, Global Post (online), 16 September 2009, <http://www.globalpost.com/dispatch/japan/090915/pay-procreate-cash-kids>, diakses 13 Oktober 2012.

 

DIMAS FAUZI (10/299695/SP/24197)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s