Tsunami Gives Lessons on Disaster Management

Artikel “Tsunami gives lessons on disaster management” memaparkan mengenai bagaimana traumatik pemerintah Jepang terhadap bencana alam yang telah terjadi dan pemerintah Jepang menginisiasi untuk membuat konferensi internasional mengenai disaster management. Berawal dari adanya tsunami yang melanda wilayah Jepang pada Maret 2011 yang membuat lebih dari 19.000 orang tewas atau hilang dan memicu kebocoran reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima yang kemudian dibentuknya konferensi disaster management.

Konferensi ini dilaksanakan di Sendai yang merupakan wilayah paling parah terkena dampak dari tsunami dengan tujuan peserta konferensi mengetahui lokasi dampak dari bencana tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menngenalkan langkah-langkah yang harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat jika sewaktu-waktu bencana seperti tsunami terjadi lagi. Langkah-langkah tersebut meliputi : penanganan dalam menyelamatkan nyawa ketika terjadi bencana, merekonstruksi kerusakan pasca bencana. Kegiatan yang diinisiasi oleh pemerintah ini didukung oleh World Bank dan IMF, sehingga semakin memudahkan Jepang untuk melaksanakan disaster management.[1]

Menurut penulis hal menarik yang dilakukan oleh pemerintah Jepang ialah adanya wacana untuk menggunakan jejaring sosial dalam urusan keselamatan ketika terjadi bencana dan hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam parlemen. Terinsipirasi dari kejadian Fukhusima dan tsunami beberapa waktu lalu, pemerintah Jepang semakin mempertimbangkan penggunaan situs jejaring sosial dalam menyebarkan segala informasi baik penanganan yang harus dilakukan maupun seputar bencana. Jejaring sosial yang kemungkinan akan digunakan oleh pemerintah ialah Twitter, Yahoo!, Mixi, NHN Japan. Selain itu, badan bencana nasional Jepang (Fire and Disaster Management Agency) akan menggunakan aplikasi Line sebagai pengganti komunikasi apabila jaringan komunikasi sedang sibuk. [2]

Menurut penulis apa yang dilakukan oleh pemerintah Jepang sangat tepat sasaran. Selain memberikan pengarahan dan pembelajaran bagi masyarakat sebelum, saat dan pasca bencana. Pemeritah Jepang juga menyediakan segala informasi melalui jejaring sosial yang memudahkan masyarakat untuk mengetahui terjadinya bencana dengan cepat dan mudah.

Sumber Utama :AFP. “ Tsunami gives lessons on disaster management”. Japantoday(online). 10 Oktober 2012. <http://www.japantoday.com/category/national/view/tsunami-gives-lessons-on-disaster-management> diakses 11 Oktober 2012

Penulis : Nindya Anis Arum Sari ( 10/299851/SP/24232 )


[1] AFP. “ Tsunami gives lessons on disaster management”. Japantoday(online). 10 Oktober 2012. <http://www.japantoday.com/category/national/view/tsunami-gives-lessons-on-disaster-management> diakses 11 Oktober 2012

[2]DAS. “Jepang berencana gunakan jejaring sosial ketika terjadi bencana”. Merdeka (online). 30 Agustus 2012. <http://www.merdeka.com/teknologi/jepang-berencana-gunakan-jejaring-sosial-ketika-terjadi-bencana.html> diakses 11 Oktober 2012

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s