Konflik Senkaku Mengancam Ekonomi Politik Jepang

GIGIH AGUNG BAGASKARA

10/304770/SP/24319

Dalam artikel ini menceritakan bahwa sejak lama Jepang dan Cina mengalami permusuhan yang tak kunjung selesai. Konflik ini terkait dengan sengketa pulau Senkaku antara kedua negara. Sengketa ini sudah berlangsung sejak cukup lama, yaitu sejak sebelum perang dunia kedua.

Namun konflik yang berkepanjangan ini tidak hanya merugikan Jepang di dakam hubungannya dengan Cina, namun ternyata merugikan Jepang di bidang ekonomi dan politik. Dengan adanya konflik sengketa pulau ini, muncul banyak gerakan anti Jepang yang banyak terjadi di Cina, dan terus terjadi hingga kini. Gerakan anti Jepang ini dilakukan oleh warga-warga Cina yang tidak suka dengan sikap Jepang yang tidak mau mengalah terhadap masalah ini. Bentuk gerakan anti Jepang ini diwujudkan dalam bentuk embargo, pelarangan, dan pengrusakan segala produk-produk buatan Jepang. Para pelaku gerakan juga secara terus-menerus mengepung dan menyerang kedutaan besar Jepang di Cina.

Di bidang ekonomi, pelarangan dan pengrusakan produk-produk Jepang di Cina sangat merugikan perekonomi Jepang. Hal ini terjadi karena negara Cina merupakan pasar yang cukup besar bagi Jepang. Di bidang elektronik, Panasonic dan Canon memundurkan jadwal pembangunan pabrik di Cina. Hal ini dikarenakan mereka takut pabrik mereka akan dirusak oleh gerakan anti Jepang.

Di bidang otomotif, Mazda Motor Corp. juga memundurkan jadwal pembangunan pabriknya di Nantsin hingga 21 September 2012. Kemudian Mitsubishi Motors Corp. mengumumkan bahwa mereka telah menutup pabriknya di kawasan Hunan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Lalu menyusul Toyota Motor Corp, Honda Motor dan Nissan Motor juga menutup beberapa pabriknya pada tanggal 18 September tanpa memberikan keterangan resmi. Toyota dan Honda melaporkan kerusakan pusat dealer penjualan mereka di kota Tsindao setelah terjadi kerusuhan yang dilakukan oleh gerakan anti Jepang. Penyerangan ini juga terjadi di banyak kota lainnya. Penduduk cina bersama gerakan anti Jepang memaksa orang-orang Cina agar tidak membeli produk-produk Jepang. Akibat kejadian ini, mereka kehilangan “market shares” di Bursa Efek Tokyo. Di Bursa Efek ini Honda kehilangan 5,2%, 1,2% untuk Toyota, dan 3% untuk Nissan. Karena kejadian ini sektor otomotif akan mengalami kerugian yang lebih besar dibandingan dengan kejadian Tsunami di Jepang tahun 2011 lalu.

Tidak hanya otomotif, pengusaha-pengusaha Jepang di Cina juga mengalami hal yang sama. Usaha mereka juga dirusak para perusuh. Kemudian orang-orang Cina pemilik kendaraan Jepang juga dirusak oleh demonstran. Menurut analis-analis, Jepang akan kehilangan lebih banyak daripada Cina jika Jepang terus pada pendiriannya yang lama. Bahkan jika ini terus terjadi tidak hanya bidang ekonomi, tetapi Jepang akan dimusuhi oleh negara-negara Asia Timur.

 Sampai saat ini pemerintah Jepang masih dengan pendirian sebelumnya, yaitu tetap menganggap pulau Senkaku sebagai milik Jepang. Bahkan dengan kejadian perusakan produk Jepang dan kerugian ekonomi yang semakin besar, tidak membuat pemerintah Jepang mengubah kebijakannya.

Menurut penulis, pendirian Jepang untuk tetap mempertahankan pulau Senkaku justru akan membuat Jepang kehilangan lebih banyak. Mungkin Jepang memepertahankan pendiriannya karena Jepang tidak mau kehilangan kedaulatan dan kehormatannya. Namun ini tidak hanya masalah kedaulatan negara Jepang sendiri, tetapi juga masa depan Jepang di dunia internasional khususnya Asia Timur. Kita tahu bahwa arah politik pemerintahan Jepang yaitu terus memajukan sektor ekonomi. Dengan ekonominya, Jepang dianggap penting di dalam percaturan politik dunia. Namun sekarang Jepang merugi sangat besar akibat gerakan anti Jepang dalam skala besar di Cina.

Dengan ekonomi yang terus melemah, bukan tidak mungkin Jepang akan kehilangan taringnya di dunia internasional, karena Jepang sangat menggantungkan pada sektor ekonomi. Menurut penulis lebih baik Jepang merelakan pulau Senkaku, melihat akibat yang akan ditimbulkan. Tetapi penulis mengerti mengapa Jepang tetap bersikeras. Jepang takut jika Jepang melakukannya, maka negara-negara lain akan berlaku sama seperti Cina, yaitu ikut melakukan sengketa wilayah dengan Jepang. Kita semua juga tahu bahwa Jepang terkenal sebagai pribadi yang tak kenal menyerah dan sangat mempertahankan kehormatan dan haknya, bahkan di tengah ancaman bencana sekalipun. Penulis hanya bisa berharap masalah ini cepat selesai.

 

 Sumber Artikel:

Japan stands to lose much from the Senkaku conflict. http://english.ruvr.ru/2012_09_20/Japan-stands-to-lose-much-from-the-Senkaku-conflict/ diakses pada tanggal 10 Oktober 2012, pukul 18,00

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s