Menteri Kehakiman Jepang Mundur

Keishu Tanaka merupakan anggota kabinet pertama yang mengundurkan diri semenjak Perdana Menteri Yoshihiko Noda merombak kabinetnya pada 1 Oktober lalu. Tanaka mengundurkan diri setelah mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan erat dengan sindikat kriminal setempat yang sering disebut Yakuza. Sebelumnya, dalam ulasan sebuah majalah disebutkan bahwa Tanaka memiliki hubungan erat dengan seorang anggota pada masa lalunya, dan pada 12 Oktober Tanaka memberikan pengakuannya. Selain masalah Yakuza, Tanaka sendiri pernah terjerat masalah karena menerima dana politik dari orang asing yang secara jelas melanggar peraturan di Jepang. Undang-undang Pengendalian Dana Politik melarang setiap politisi menerima kontribusi dari pribadi ataupun perusahaan non-Jepang demi mencegah politik domestik banyak dipengaruhi oleh pihak asing.

Citra seorang pemimpin di Jepang merupakan hal pokok yang diperhatikan masyarakat di Jepang. Sifat-sifat yang dituntut masyarakat Jepang oleh pemimpinnya sangat sesuai dengan sistem kewerdaan.[1] Seorang pemimpin harus berkemampuan tinggi dan bersikap profesional dalam membawa suatu pemerintahan agar pemimpin memiliki kuasa untuk dipatuhi oleh bawahannya. Eksistensi Yakuza di Jepang bukanlah larangan, namun kegiatan yang sering dilakukannya mendapat cap buruk dari masyarakat. Sehingga ketika seorang pemimpin memiliki hubungan kepadanya, hilanglah beberapa poin kepercayaan dari masyarakat yang dapat mempengaruhi kepemimpinannya.

Selain itu, peran media massa dalam kemunduruan Tanaka sangat besar. Sebagai kekuatan politik yang baru, media massa menggunakan berita mengenai Tanaka sebagai media persuasi terhadap masyarakat. Dalam pemerintahan yang bersifat demokratis, kepercayaan masyarakat terhadap suatu hal, termasuk pemimpin seringkali dipengaruhi oleh pemberitaan media massa. Pengaruh media massa dalam kancah politik terbilang besar dewasa ini. Banyak perubahan-perubahan dalam dunia politik yang bersumber dari media massa. Tanaka mundur setelah banyak pemberitaan dalam media massa yang menyebutkan bahwa dirinya memiliki hubungan erat dengan Yakuza. Meskipun Tanaka tidak mengakuinya, namun sedikit-banyak media massa sangat berperan dalam proses politik yang terjadi di Jepang ini.

 

Sumber : http://m.detik.com/news/read/2012/10/19/121439/2067009/1148/pernah-dekat-dengan-yakuza-menteri-kehakiman-jepang-mundur?9911012

Mirza Amilia Hasan
11/311653/SP/24412

[1] Chie Nakane, Japanese Society, edisi bahasa Indonesia Masyarakat Jepang, diterjemahkan oleh Bambang Kussriyanto, Sinar Harapan, Jakarta, 1981, p. 89.

Aside | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s