Persiapan Partai-Partai Jepang Menjelang Pemilu pada Desember 2012

Pemilihan umum jepang telah dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2012 mendatang setelah adanya penekanan terhadap Perdana Menteri Yoshihiko Noda untuk mempercepat pemilu. Setelah dalam kurun waktu 6 tahun belakangan ini Jepang telah mengganti Perdana Menterinya sebanyak lima kali, jepang akhirnya akan mengganti kembali pemimpinnya. Seperti yang kita ketahui bahwa pemilu di Jepang ada tiga macam, yakni pemilu untuk memilih anggota parlemen, pemilu untuk memilih anggota majelis tinggi (HoC), dan pemilu untuk memilih pejabat daerah seperti pejabat perfektur, kota, dan desa. Pemilu yang akan dilaksanakan pada bulan depan adalah pemilu untuk memilih anggota parlemen yang baru. Untuk melakukan pemilu, parlemen sebelumnya harus dibubarkan oleh perdana menteri setelah itu akan dilanjutkan oleh masa kampanye dari partai pemenang sebelumnya dan partai oposisi.

Menurut beberapa sumber, pemilu kali ini tidak akan menghasilkan suatu perhitungan yang dominan dari partai pemenang. Hal tersebut dikarenakan para pemimpin dari partai pemenang sebelumnya yaitu Yoshihiko Noda pemimpin Partai Demokratik Jepang, dan Shinzo Abe pemimpin dari partai oposisi (Partai Demokratik Liberal) yang sebelumnya pernah menjabat sebagai perdana menteri Jepang dalam waktu sebentar, mendapat penurunan suara. Suara dukungan untuk Noda menurun karena kebijakan Noda dalam menaikan pajak penjualan dan dianggap kurang cakap dalam menangani isu nuklir Fukushima. Sementara Shinzo Abe masih berusaha menaikkan popularitasnya di mata publik.

Dikarenakan perkiraan akan tidak munculnya partai dominan pada pemilu mendatang menyebabkan partai-partai kecil bisa bermunculan dan dua partai besar tersebut harus siap untuk melakukan koalisi. Shinzo Abe menyatakan bahwa dirinya telah siap untuk memperbaiki ekonomi dan politik jepang. Salah satu beban yang akan ditanggung oleh perdana menteri yang baru yakni masalah sengketa kepulauan Senkaku dengan China. Bisa kita lihat bahwa Jepang dan China memiliki kesamaan dalam bersaing di bidang ekonomi. Dengan adanya sengketa tersebut perdagangan antar China dengan Jepang mengalami kesendatan dan ditengah kemajuan perdagangan internasional China sedang melesat, bisa diperkirakan bahwa Jepang akan mendapat saingan dan tantangan yang lebih berat dan bila pemimpin baru gagal Jepang akan menghadapi kesulitan. Oleh karena itu masyarakat Jepang banyak berharap semoga perdana menteri selanjutnya bisa memulihkan keadaan ekonomi Jepang yang tersendat tersebut.

Sumber Berita :

http://www.jpnn.com/read/2012/11/16/147147/Jelang-Pemilu,-PM-Jepang-Bubarkan-Parlemen-

http://news.detik.com/read/2012/11/14/182629/2091965/1148/pemilu-jepang-akan-digelar-16-desember?9922022 

SUCI YANTHARY PUTRI 11/312058/SP/24481

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s