Amerika, Jepang Gelar Latihan Perang

Pada awal bulan November ini atau tepatnya pada tanggal 5 sampai 16 November 2012, Jepang dan mitranya yaitu Amerika Serikat menggelar latihan perang yang disebut dengan Keen Sword. Latihan tersebut melibatkan sekitar 45.000 tentara Amerika dan Jepang serta meliputi operasi udara dan laut. Latihan perang tersebut dinilai sensitif karena digelar berdekatan dengan wilayah yang saat ini sedang menjadi sengketa antara Jepang dan China, tepatnya di bagian utara kepulauan Senkaku (oleh Jepang ) atau Diayou (oleh China). Pihak Amerika dan Jepang mengatakan bahwa latihan perang tersebut bukanlah tindakan provokatif dan tidak memiliki kaitan apapun terkait sengketa wilayah melainkan sebagai sarana “meningkatkan kemampuan kerjasama berbagai elemen yang dibutuhkan untuk mempertahankan Jepang secara efektif atau menanggapi krisis di kawasan Asia Pasifik”.
Operasi Keen Sword oleh Jepang yang didukung oleh mitra dekatnya, Amerika Serikat, secara tidak langsung dapat memicu maupun memperpanas konflik teritorial di wilayah terebut. Saat ini kedua negara sedang mengalami krisis kepercayaan satu sama lain dengan tensi yang cukup tinggi karena keduanya sama-sama mengkalim kepulauan Senkaku atau Diayou itu menjadi bagian dari wilayahnya. Berdasarkan sengketa tersebut, satu pihak akan menaruh curiga terhadap pihak lawan dalam setiap tindakan yang ia ambil sebagai konsekuensi dari sikap waspada dalam mempertahankan wilayahnya. Oleh karena itu, keberadaan militer Jepang dengan ditambah Amerika Serikat di dekat wilayah sengketa untuk keperluan berkaitan dengan militer dapat memicu China untuk turut mensiagakan militernya di dekat wilayah tersebut (sebagai tindakan antisipasi) sehingga peluang kontak senjata menjadi lebih besar.
Secara langsung maupun tidak langsung, tindakan tersebut pada dasarnya sangat bersifat provokatif, terutama bagi pihak China. Menempatkan angkatan militer sekelas Amerika Serikat yang telah menyatakan siap mendukung Jepang mendukunya apabila melakukakan serangan terhadap China di wilayah sengketa dapat menimbulkan salah interpretasi di pihak China. Respon yang dikeluarkan bisa saja terprovokasi latihan perang terebut sehingga turut menurunkan dan mensiagakan angkatan perangnya di wilayah yang sama. Dengan demikian, kontak senjata sangat mungkin terjadi apabila masing-masing pihak tidak menahan diri. Selain itu, dampak terburuk dari latihan perang yang diklaim tidak bersifat provokatif oleh pihak Jepang dan Amerika justru semakin memperparah konflik yang terjadi karena meningkatkan tensi diantara kedua negara. masing-masing pihak, baik Jepang dan China sebaiknya mampu menahan diri dan menggunakan strategi terbaik agar kontak senjata tidak terjadi dan tetap menyelesaikan sengketa ini melalui jalur diplomasi seperti yang pernah dilakukan oleh PBB pada siding umum PBB ke-67 di new York. Dengan demikian berbagai kerugian dalam negeri maupun kerugian ekonomi yang mungkin saja dirasakan oleh negara-negara tetangga dapat diminimalisir.

Sumber :
1. http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/11/121105_japan_us_wargames.shtml
2. http://www.antaranews.com/berita/335379/sengketa-kepulauan-senkaku-dirundingkan-di-new-york

Nama : Redemta Galuh Purbosari
NIM : 11/312297/SP/24527

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s