Kebijakan Hari Sekolah Sabtu oleh Pemerintah Kota Osaka

Wali Kota Osaka, bernama Toru Hashimoto telah memasukkan sebuah agenda politik baru yaitu memasukkan program masuk sekolah kembali pada hari Sabtu. Selama ini, Wali Kota Osaka dinggap kurang layak untuk menjabat sebagai pejabat publik, ditambah lagi dengan muncul kebijakan baru mengenai penambahan hari sekolah yang mungkin tidak menyenangkan bagi para orang tua bahkan musuh anak – anak.

Bagi Toru Hashimoto, libur Sabtu justru membuat mutu pendidikan anak-anak terancam melorot, alias anak-anak tak bertambah pintar. Karena libur Sabtu justru meningkatkan aktivitas negatif anak-anak. Hal ini di latar belakangi oleh muncul berita atas penangkapan pelajar sekolah yang terlibat dalam percobaan perampokan dan serangan terhadap  orang – orang tunawisma.[1] Selain dari itu, Wali Kota Osaka juga mengkagumi kebijkan dari mantan perdana menteri Inggirs pada tahun 1980an yang melakukan reformasi pendidikan, dasar inspriasi Hashimoto. Ia menganggap bahwa kebijakan yang telah digariskan ini merupakan  loncatan awal reformasi pendidikan di Jepang.

Harapan dari Hasihomoto adalah dapat memberlakukan dan menularkan kebijakan ini keseluruh bagian prefektur di Jepang. Sementara, pemerintah kota Osaka ini sedang menata materi pembelajaran pada hari Sabtu tersebut, mulai dari olahraga, ekstrakulikuler  pendidikan pencegah bencana alam dan lain – lain.

Kebijakan pemerintah kota ini diperkejakan kembali sejak dihapusnya pada Maret 2001, berasal dari kalangan politis. Pada saat itu, kalangan politis Jepang dipengaruhi oleh kehidupan budaya barat. Pemerintah kota Osaka, mengharapkan pada seluruh tingkatan sekolah di Osaka untuk meingmplementasi kebijakan tersebut mulai bulan November ini. Namun pada April 2013, tepat pada tahun ajaran baru mendatang, seluruh tingkatan sekolah di Osaka diwajibkan untuk menerapkan hari sabtu sebagai hari sekolah secara resmi.

Wali Kota Osaka ini sudah yakin atas keputusan terhadap kebijakan yang diambilnya, sebagai salah satu alasan mengapa standar pendidikan Jepang terus menurun tiap tahunnya. Melihat perkembangan akhir – akhir ini yang terjadi di Jepang, khususnya di Osaka tentang diterapkannya kembali kebijakan untuk kembali kesekolah pada hari sabtu, sangat berguna bagi kelangsungan, dan pengembangan bagi masa depan anak bangsa dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Sumber Berita:

  1. The Japan Daily Press, November 12 2012 (online) <http://japandailypress.com/osakas-mayor-inspired-by-thatcher-requires-children-to-attend-saturday-classes&gt;
  2. Kompas, November 16 2012 (online) – <http://internasional.kompas.com/read/2012/11/16/17565397/Libur.Sabtu.Bikin.Anak.Jepang.Bodoh&gt;

 

RIFA FATHARANI (11/312135/SP/24496)

[1] “Osaka’s mayor, inspired by Thatcher, requires children to attend Saturday classes”, The Japan Daily Press (online)

<http://japandailypress.com/osakas-mayor-inspired-by-thatcher-requires-children-to-attend-saturday-classes-1218250&gt; diakses pada tanggal 18 November 2012

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s