Normalisasi Hubungan Jepang-Korea Utara

Kawasan Asia Timur adalah kawasan yang memiliki keunikan dari kawasan lain. Kawasan yang terdiri dari negara sebagian besar penduduk ras Mongoloid ini memiliki sejarah relasi yang problematic yang membuat negara-negara tersebut (Jepang, Cina, Korea, dan negara sekitar yang lain) tidak bisa membangun kerjasama regional. Berbagai upaya telah dilakukan oleh negara-negara tersebut, baik dengan melakukan pertemuan bilateral secara langsung maupun dengan mediator. Baru-baru ini Jepang dan Korea Utara melakukan pertemuan bilateral di Ulan Bator, Mongolia yang membicarakan hubungan antar negara tersebut.

Dalam pertemuan yang dilakukan tanggal 10 November 2012 tersebut tak lain membicarakan masalah historis kedua negara saat Perang Dunia II. Pada masa itu dikabarkan bahwa Jepang pernah melakukan agresi ke Korea Utara. Jepang juga menuntut Korea Utara atas penculikan warga Jepang oleh pemerintah Korea Utara pada masa itu.[1] Beberapa tuntutan telah diajukan oleh kedua negara terkait dengan luka masa lalu yang kedua negara pernah alami, seperti tuntutan Korea Utara atas permohonan maaf Jepang secara resmi, dan tuntutan Jepang untuk mengembalikan jenazah orang-orang yang pernah diculik pemerintah Korea Utara pada saat Perang Dunia II. Kendati demikian, kedua negara masih berkeras hati masih mempertahankan posisinya. Hingga saat ini belum terjadi adanya hubungan diplomatik antara Jepang dan Korea Utara.

Apabila melihat sikap yang ditunjukan kedua negara dalam menghadapi persoalan ini, sepertinya akan sulit menemukan titik temu apabila kedua negara tetap bersikukuh mempertahankan kebenaran sejarah hanya dari satu negara saja. Di sini diperlukan adanya rekonsiliasi secara total supaya kedua negara tidak berlarut-larut membawa persoalan masa lalu sebagai penghambat dalam membina hubungan satu kawasan. Sungguh hal yang disayangkan apabila negara-negara dengan potensial ekonomi dan pertahanan seperti Korea, Jepang, dan Cina belum bisa membuat kondusifitas kawasan yang stabil akibat belum adanya organisasi regional yang tercipta. Pertemuan bilateral yang kontinuen untuk menjalin hubungan diplomatik kedua negara diharapkan menjadi langkah awal menciptakan kawasan Asia Timur yang terintegrasi dan kuat di berbagai bidang.

Sumber:

-Jepang dan Korut Sepakat Lanjutkan Dialog (http://www.antaranews.com/berita/343875/jepang-dan-korut-sepakat-lanjutkan-dialog)

-Korut-Jepang akan Adakan Pembicaraan di Mongolia (http://www.antaranews.com/berita/342905/korut-jepang-akan-adakan-pembicaraan-di-mongoli


[1] “Korut Tuntut Jepang Minta Maaf”, diakses pada http://international.okezone.com/read/2012/10/13/413/703441/korut-tuntut-jepang-minta-maaf tanggal 18 November 2012

Elisabeth Winda Alfanisa

11/312377/SP/24538

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s