Penggabungan Partai Hashimoto dan Ishihara Menuai Kritik

Tidak ada yang menyangka bahwa Partai Restorasi Jepang (Nippon Ishin no Kai) yang bentuk dan diketuai oleh Toru Hashimoto, Walikota Osaka, akan bergabung dengan partai Sinar Matahari (Taiyou no To) yang dipimpin oleh Shintaro Ishihara, mantan Gubernur Tokyo yang kontroversial. Kedua partai tersebut sepakat untuk bergabung untuk menyeimbangi dua kekuatan besar yang sedang berkuasa yaitu partai Demokrat Jepang (DJP)  dan LDP sebagai oposisi terkuat yang diketuai Shinzo Abe, yang selama ini akan menjadi calon terkuat Perdana Menteri menggantikan Yoshihiko Noda yang sudah kehilangan kepercayaan rakyat.

Mergernya kedua partai ini agar bisa mencakup banyak suara, dimana memanfaatkan popularitas Hashimoto dikalangan anak muda yang kritis dan telah kecewa dengan kemerosotan ekonomi Jepang pada dua dekade terakhir ini, dan dukungan yang dimiliki Ishihara dari golongan tua. Namun penggabungan kedua partai ini mendapatkan banyak kritik, terutama dari jurnalis politik yang menilai bahwa partai ini tidak akan bertahan lama, dikarenakan apa yang menjadi kebijakan dasar dan interest dari kedua partai ini berbeda, banyak orang meragukan apakah partai ini bisa bertahan hingga pemilu 16 Desember nanti. Contoh perbedaan yang paling mencolok antara Hashimoto dan Ishihara adalah mengenai kesepakatan kerjasama perdagangan bebas Trans-pasific, dimana, Ishihara menentang kesepakatan ini, sedangkan Hashimoto mendukung.

Meskipun, kemungkinan untuk bergabung dan bertahan lama sangatlah kecil, namun banyak pihak sudah memperkirakan bahwa kerjasama antara kedua partai ini sangat mungkin terjadi[1]

Dinilai, keputusan Ishihara untuk membentuk partai baru adalah untuk menyeimbangi, partai demokrat jepang yang kini sedang berkuasa dan untuk melawan oposisi liberal terbesar yang berambisi untuk kembali berkuasa, LDP. Untuk memperkuat dukungan untuk partainya, Ishihara memutuskan untuk bergabung dengan faksi Hashimoto, yang dulunya walikota Osaka yang juga memimpin partai baru. Dalam partai yang baru ini Ishihara berperan sebagai pemimpin partai dan Hashimoto sebagai wakilnya[2].

Namun penggabungan dua faksi ini mendapat kritik dari Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda. Noda menilai bahwa dua partai yang memiliki interest yang berbeda tidak mungkin bergabung.

 

Dien Dinasty Maharani / 11/312152/SP/24499


[1] Eric. Johnston, “Hashimoto, Ishihara merge parties : Dispite critical policy differences, sides unites for Lower House poll”, 17 November 2012, diakses melalui <http://www.japantimes.co.jp/text/nn20121117x1.html> pada 23.33

[2] http://www3.nhk.or.jp/nhkworld/indonesian/top/news01.html diakses pada 17 November 2012, pukul  23.45

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s