Japan Wants ‘Mutually Beneficial’ Ties with New China

Jepang mengharapkan adanya hubungan timbal balik yang menguntungkan dengan pemimpin China yang baru, Xi Jinping, berkaitan dengan konflik perebutan wilayah Senkaku Island. Menurut menteri luar negeri Jepang, Naoko Saiki, hubungan antara dua negara sangatlah penting baik untuk Jepang, Cina, maupun seluruh dunia. Jepang berharap bahwa hubungan timbal balik yang menguntungkan yang berdasarkan kepentingan strategis yang sama akan dapat dikembangkan dan dipertahankan lebih jauh dengan kepemimpinan Cina yang baru. Pernyataan Saiki ini terjadi beberapa jam setelah Partai Komunis Cina mengumumkan sebuah dewan dengan pemimpin yang baru dibawah Xi Jinping untuk menjalankan tugasnya dalam pemerintahan Cina untuk satu dekade kedepan. Beberapa negara seperti Korea Utara, Korea Selatan, dan Taiwan juga mengucapkan selamat kepada Xi Jinping dan beharap hubungan yang baik antar negara.

Hal serupa disampaikan pula oleh Osamu Fujimura selaku kepala sekretaris kabinet yang menyatakan pada 15 November dalam sebuah konferensi bahwa administrasi perdana menteri Yoshihiko Noda akan merespon dengan cara yang bijak dengan tetap memegang harapan akan hubungan baik antara Cina dan Jepang di masa datang. Namun perubahan kepemimpinan di China, pemilu di Jepang dan ditambah dengan sikap saling curiga antarkedua negara dinilai akan menyulitkan hal tersebut. Sepertinya tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah tersebut dan kebijakan dibawa presiden Liberal Democratic Party, Shinzo Abe, yang diprediksikan akan mengambil kemudi pemerintahan setelah pemilu pada 16 Desember mendatang, dalam menghadapi Cina pun belum sepenuhnya diketahui secara mendetail. Shinzo Abe yang akan mencalonkan diri dalam pemilu Desember mendatang dapat menggunakan strategi ini untuk menarik suara publik walaupun dia telah banyak diprediksikan yang akan memenangkan pemilu tersebut. Shinzo Abe telah berjanji akan menangani masalah ini dan menjadi salah satu kebijakannya yang berisi partai akan menjelaskan mengenai penggunaan self-defense, termasuk collective self defense, dan kemudian akan mengesahkan hukum dasar dalam keamanan nasional.

Sengketa di sekelompok pulau yang disebut oleh China sebagai Diaoyu ini kembali memanas setelah Jepang mengumumkan pembelian tiga pulau di kawasan sengketa itu. Ketegangan pun kembali muncul antara kedua negara. Hal ini tentu sangat tidak menyenangkan mengingat kedua negara adalah tetangga yang memiliki kultur yang hampir sama dan banyak rakyat Jepang yang berada di Cina dan sebaliknya. Dengan kepemimpinan yang baru tersebut baik di Cina maupun di Jepang yang akan berlangsung beberapa hari lagi, diharapkan para pemimpin kedua negara dapat segera menyelesaikan sengketa yang terjadi agar sengketa tersebut tidak berlarut berkepanjangan. Berbagai kebijakan baru harus segera diformulasikan guna mempercepat penyelesaian dan menghindari ketegangan yang terus terjadi. Dengan demikian, hubungan kedua negara pun dapat terus berjalan dengan baik.

Sumber Berita:                                                     

Japan Wants ‘Mutually Beneficial’ Ties with New China – News on Japan. 16 November 2012. http://newsonjapan.com/html/newsdesk/article/99636.php

Senkaku Issue Still Murky as Governments Reshuffle in China, Japan – News on Japan. 17 November 2012. http://newsonjapan.com/html/newsdesk/article/99652.php.

 

Adelinda Nurfitriani (11/312467/SP/24554)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s