Review: Opini Publik Menjelang Pemilu 16 Desember 2012

Viyasa Rahyaputra

11/317798/SP/24688

Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda, mengumumkan pembubaran majelis rendah Diet, dan akan mengadakan pemilihan umum yang akan diadakan secepatnya, yaitu pada tanggal 16 Desember mendatang.[1]

Langkah yang diambil Noda ini dianggap ironis, mengingat berbagai latar belakang yang mendalangi langkahnya ini. Salah satunya adalah anggapan kegagalan atas kemampuan partainya, DPJ untuk mengembalikan dan merestorasi resesi ekonomi yang dialami Jepang yang menjadi manifesto politiknya pada kampanye pemilu 2009 silam. Hal ini menimbulkan kemungkinan partai nya kembali menang di pemilu selanjutnya rendah. Noda berpendapat bahwa walaupun keputusan untuk membubarkan majelis rendah sulit, ini adalah hal yang benar dan harus dilakukan.[2]

Keyakinan publik atas ketidakmampuan DPJ menyetir pemerintah dan Jepang untuk keluar dari resesi ekonomi yang terburuk sejak berakhirnya perang dunia, membuat partai oposisi pemerintah, LDP, yang sebelumnya berkuasa selama 55 tahun sebelum dikalahkan DPJ di tahun 2009, berada di atas angin. Berbagai poling dan survei yang dilakukan berbagai lembaga riset di Jepang menunjukkan keberpihakan publik pada LDP pada pemilu mendatang. Dalam survei dan poliin tersebut, LDP diprediksi menang dengan memperoleh kursi sebanyak antara 257 hingga 306 dari 480 kursi di majelis rendah.[3]

Namun, bukan berarti kemudian LDP mendapatkan dukungan absolut dari publik. Dari survei tersebut, lebih dari 40% warga Jepang justru menyatakan ‘tidak tahu’ atau ‘ragu – ragu’.

Dalam kampanye mendatang, selain isu ekonomi, isu kunci lain yang tak kalah menentukan adalah isu pembangkit listrik Nuklir. Dilema kebijakan resktor nuklir memang telah menciptakan isu sensitif sendiri bagi internal pemerintah Jepang maupun publik. Keputusan apakah reaktor nuklir digunakan kembali sebagai pembangkit listrik, terutama setelah peristiwa melledaknya reaktor Fukushima pasca gempa bumi dan tsunami tahun lalu, kian memanas. Langkah yang diambil masing – masing kubu terhadap kebijakan ini kemudian akan menentukan posisi mereka selanjutnya dalam pemilu mendatang. [4]

Yang menarik dan dapat ditarik sebagai spotlight adalah kenyataan mengenai keadaan politik dan opini publik masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang kini dianggap telah lelah dan semakin menuju ke arah apatis terhadap politik negaranya sendiri. Hal ini bukanlah isu baru, mengingat ini juga menjadi salah satu faktor kemenangan partai DPJ di pemilu 2009 silam. Masyarakat telah kehilangan kepercayaan atas performa LDP dalam memimpin parlemen, sehingga kecenderungan publik beralih mendukung DPJ. Mereka pun dinilai juga tidak terlalu optimis dan yakin atas manifesto politik yang diusung DPJ. Mereka hanya menginginkan perubahan progresif. Di tambah lagi, berdasarkan hasil survei yang baru – baru ini dirilis, opini publik kini terarah kembali untuk memilih LDP dalam pemilu mendatang. Terlihat di sini ada inkonsistensi yang dilakukan oleh publik, karena awalnya mereka merasa apatis dengan kinerja LDP sebelum pemilu 2009, namun mereka kembali menaruh harapan pada LDP di pemilu mendatang. Bahkan justru 40% publik memilih tidak tahu dan ragu – ragu terhadap pemilu mendatang. Kembali terlihat bagaimana desperate nya masyarakat Jepang akan pemerintahnya sendiri. Ini seharusnya dianggap sebagai ancaman terhadap kualitas atmosfer politik di Jepang, di mana sebagian besar masyarakatnya justru tidak terlalu peduli dengan manifesto politik yang diusung pihak tertentu yang kemudian berimplikasi pada partisipasi masyarakat dalam pemilu yang menurun drastis. Apabila dibiarkan, kemungkinan terbentuk pemerintah yang tidak sepenuhnya ‘legitimate’ dapat tercipta, dan tentu saja berbahaya tidak hanya bagi kondisi politik-ekonomi Jepang, namun juga sistem sosial dan masyarakatnya.

 


[1] H.T, ‘Politics in Japan: The “Kamikaze” Election’, The Economist (online), 14 November 2012,  <http://www.economist.com/blogs/banyan/2012/11/politics-japan>, diakses 9 desember 2012

[2] H.T, ‘Politics in Japan: The “Kamikaze” Election’, The Economist (online), 14 November 2012 <http://www.economist.com/blogs/banyan/2012/11/politics-japan>, diakses 9 desember 2012

[3] Tetsushi Kajimoto, ‘LDP Predicted to Win Between 257 to 306 seats in Election’, Japan Today (online), 7 Dexember 2012, <http://www.japantoday.com/category/politics/view/ldp-predicted-to-win-between-257-and-306-seats-in-election>, diakses 9 Desember 2012

[4] Mark Willacy, ‘Energy Policy Key Issue in Japan Election Campaign’, ABC News (online), 5 Desember 2012, < http://www.abc.net.au/am/content/2012/s3647627.htm&gt; , diakses  9 Desember 2012

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s