Kebangkitan LDP, dan “Abenomics”

Lingga Acyuta P
11/317955/SP/24837

Shinzo Abe, Calon perdana Menteri dari Liberal Democratic Party (LDP) diprediksi kuatakan menduduki kursi jabatan perdana menteri Jepang yang ditinggalkannya sejak masa jabatannya tahun 2006-2007 lalu, hal ini tentu saja berkaitan dengan naiknya pamor dari LDP sendiri sejak pemerintahan dikuasai oleh DemocraticParty of Japan (DPJ) di tahun 2009. Media massa di Jepang memprediksi LDP dapat memenangkan 275 sampai 310 kursi dari 480 kursi di parlemen, sementara lawannya dari DPJ, Yoshiko Noda hanya diprediksi memenangkan sebanyak 55 sampai dengan 77 kursi.

Prediksi akan dominasi dari LDP di kursi parlemen ini berkembang lantaran Abe dianggap dapat mengangkat isu- isu yang sedang ‘hangat’ di masyarakat Jepang dalam kampanyenya. Seperti pandangannya tentang bagaimana ketegasan yang akan dia bangun dalam kebijakan luar negeri Jepang, berkaitan dengan masalah ketegangan wilayah antara Jepang dan Cina, tentang klaim yang diajukan oleh kedua negara terhadap kepulauan yang terletak di sebelah timur Cina tersebut.. Selain isu tentang kedaulatan wilayah kebijakan luar negeri, isu ekonomi juga merupakan aspek krusial yang diangkat oleh Abe ke permukaan, melihat rapor buruk Noda di mana kebijakan ekonominya cenderung memihak dalam kegagalannya dalam penggandaan pajak penjualan dalam rangka menanggulangi besarnya utang Jepang.

Abe sendiri menjanjikan sebuah terobosan baru untuk mengatasi kemunduran ekonomi Jepang saat ini. Dengan menambah anggran untuk pengeluaran publik, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta penggunaan energy nuklir sebagai penanggulangan krisis sumberdaya Jepang di masa yang akan datang. Kebijakan ekonomi Abe yang sering disebut sebagai ‘Abenomics’ ini sebenarnya pernah digunakan saat pemerintahan LDP sebelumnya, namun sayangnya hal ini tidak berhasil memperbaiki ekonomi Jepang. Banyak perbedaan yang akan diterapkan oleh Abe pada Abenomics-nya mendatang yang berfokus pada kebijakan untuk mengatasi inflasi berkepanjangan yang dialami Jepang, rendahnya tingkat harga di pasar modal, serta rendahnya pendapatan obligasi. Seperti langkahnya yang cukup berani, yaitu membatasi kebebesan dari bank Central untuk mengatur tingkat suku bunga,

Secara umum, banyak pengusaha kelas menengah yang setuju akan rancangan kebijakan ekonomi Abe yang dinilai oleh sebagian ahli sebagai langkah yang berani, karena mereka menilai hal ini akan memperbaiki iklim usaha mereka yang selam ini lesu. Dari investor sendiri cukup yakin dengan sistem yang dibangun oleh Abe ini, namun kekhawatiran mereka tetap akan besar terhadap ketidakmampuan pemerintah melunasi hutang luar negerinya. Semetara masyarakat grass-roots lebih focus kepada rencana kembalinya penggunaan energy nuklir untuk menghemat cadangan energy Jepang, mayoritas dari mereka masih mengalami trauma atas apa yang terjadi di Fukushima tahun lalu. Secara politis, langkah Abe sangat menarik perhatian masyarakat, berniat memecahkan stagnansi ekonomi yang terjadi selama ini dengan membawa angin baru kebangkitan LDP.

referensi :

-BBC News Asia, “Japan election: Shinzo Abe and LDP in sweeping win – exit poll”, , diakses pada 16 Desember 2012

-CNBC, “Japan’s LDP Back in Power With Two-Thirds Majority With Ally”, , diakses pada 16 Desember 2012

-The Telegraph, “After a generation of false dawns, is the sun starting to shine on Japan?”, , diakses pada 16 Desember 2012

-The Asahi Shimbun, “ANALYSIS: Japan investors ready for bumpy ride aboard ‘Abe trade'”, , siakses pada 16 Desember 2012

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s