Prime Minister Nears Zero-Nuclear Decision

Adi Wira Bhre A.

11/ 317877/ SP/ 24762

Pemerintah Jepang akan segera mengambil langkah penting menuju menghilangkan tenaga nuklir pada tahun 2030, karena tekanan publik naik dan mendekati pemilihan umum, dan dan walaupun dioposisi oleh perusahaan besar.

Perdana Menteri Yoshihiko Noda diperkirakan akan menyerukan pemilihan di bulan-bulan berikutnya dan karena peraturannya tersebut rating Partai Demokrat-nya turun, analis dan politisi berpikir dia akan segera merespon meningkatnya gerakan anti-nuklir dan survei menunjukkan bahwa Jepang ingin meninggalkan energi nuklir .

“menurut Saya skenario pada tahun 2030 menjadi sesuatu yang biasa (dalam pemerintahan),” kata  anggota parlemen DPJ Satoshi Arai, dikutip Reuters. “Saya pikir itu adalah (karena) pemilu.”

“Sebagian besar orang ingin menyingkirkan tenaga nuklir – yang merupakan kesimpulan kami setelah kami membahas berbagai pendapat publik yang disampaikan kepada pemerintah saat ini,” kata Menteri Ekonomi Motohisa Furukawa.

Gempa bumi dan tsunami yang melumpuhkan pembangkit listrik Fukushima dan menyebabkan serangkaian kebocoran Maret 2011 menyebabkan pembatalan rencana ditahun 2010 untuk meningkatkan pangsa tenaga nuklir dalam produksi listrik menjadi lebih dari 50 persen pada tahun 2030, yang sebelumnya telah dicapai hampir 30 persen sebelum bencana.

Bila dilihat kembali, kasus tersebut merupakan suatu hal yang biasa dalam politik dan pemerintahan baik di Jepang maupun di negeri lain. Seseorang atau sekelompok (disini saya yang saya lihat adalah parpol) yang akan maju dalam pemilu pasti memperhatikan kasus apa yang sedang hangat dimasyarakat dan kelompok tersebut akan membuat sebuah tindakan-tindakan yang mencerminkan bahwa mereka pro-rakyat.

Kasus di Fukushima pun sebenarnya tidak hanya murni akibat dari bencana alam namun juga kelalaian pada sumber daya manusia. Ketika peristiwa bencana terjadi, pemerintah dan operator enggan memberitahu publik bahwa reaktor rusak akibat gempa awal. Bahkan kurangnya rencana evakuasi menyebabkan hanya 20 persen warga Fukushima tahu mengenai kecelakaan, ketika perintah evakuasi dilakukan terhadap penduduk 3 kilometer dari zona pembangkit dikeluarkan.[1]

Masyarakat Jepang yang merupakan masyarakat dengan budaya demokrasi berbentuk subject cultures seharusnya dapat lebih menilai kembali para calon atau kandidat dalam pemilu berikutnya khususnya para calon kandidat yang pernah menjabat sebelumnya, hal ini diperlukan karena mengingat kejadian pada Fukushima.

[1] Suara Pembaruan, Bencana Nuklir di Fukushima Kesalahan Manusia (online), 6 Juli 2012, http://www.suarapembaruan.com/home/bencana-nuklir-di-fukushima-kesalahan-manusia/22070, diakses pada 16 Desember 2012.


 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s